Media-Indo.info - Elektabilitas pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sy...

Media-Indo.info - Elektabilitas pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni melonjak tinggi pasca Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penistaan agama oleh Bareskrim Polri.
Pasangan yang didukung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN itu bahkan berada di urutan pertama dalam perolehan suara dukungan dari warga Jakarta. Tercatat dalam suatu pertanyaan tertutup pasangan Agus-Sylvi meraup dukungan 32,30 persen suara mengungguli dua kompetitor lain, Anies-Sandi di angka 31,10 persen dan Ahok-Djarot 11,50 persen.
Sementara dalam pertanyaan terbuka elektabilitas Agus-Sylvi menjadi 30,9 persen, Anies-Sandi 31.0 persen, dan petahana berada dibuncit dengan 10,6 persen.
"Penurunan dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot merosot mencapai 14 persen saat Ahok tersangka," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa saat merilis survei terbaru LSI di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).
Sebelum Ahok tersangka, elektabilitasnya masih unggul dengan 24,60 persen. Angka tersebut berada 4 persen di atas paslon lain, Agus-Sylvi di urutan kedua dengan 20,0 persen dan Anies-Sandi 20,00 persen.
Survei dilakukan di tanggal 31 Oktober hingga 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan dengan cara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan memakai metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan in depth interview).
"Saat survei itu dilakukan Ahok memang belum menyandang status tersangka, namun responden telah ditanya perihal dukungan bila Ahok menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama," pungkasnya. [rmol]
COMMENTS