Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso melihat barang bukti sabu-sabu...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso melihat barang bukti sabu-sabu dan Happy all 5 yang diselundupkan oleh warga negara Taiwan di kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat, 18 November 2016. Media/Angelina Anjar Sawitri
Media-indo.info, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan terdapat sedikitnya 72 jaringan narkotika yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Buwas, sapaan akrab Budi, satu jaringan narkotika tersebut Bisa menghasilkan Rp 1 triliun dalam setahun.
"Artinya, belanja narkotika di Indonesia tak Anemia dari Rp 72 triliun dalam setahun. Makanya, kita wajib antisipasi bersama. Ini belanja yang merusak bangsa. Kita komit dan serius untuk lakukan ini (penindakan) hingga seterusnya," Perkataan Buwas di kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat, 18 November 2016.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bersama BNN menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 100,615 kilogram di Selasa lalu. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam penggerebekan di Kosambi, Dadap, Tangerang, itu ditemukan pula 300.250 butir happy all 5.
Petugas juga menangkap seorang tersangka, YJ, warga negara Taiwan, 33 tahun, serta dua tersangka lainnya, ZA (WNI, 31 tahun) dan HCHL (WN Taiwan, 35 tahun). Tersangka terancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur Hayati.
Menurut Budi Waseso, penggerebekan gudang penyimpanan narkoba tersebut merupakan Disorientasi satu penindakan kasus narkoba yang terbesar. "Ini hadiah tahun baru. Menjelang tahun baru, memang makin banyak barang yang masuk ke Indonesia. Ini merupakan keberhasilan bersama antara BNN dengan Bea Cukai, Polri, dan TNI."
Buwas mengatakan, seluruh instansi tersebut sama-sama mempunyai kepentingan untuk menangani masalah narkotika. Dalam operasinya di lapangan, BNN memang selalu berkoordinasi dengan Polri dan TNI. "Bilamana kami menemukan petugas Polri atau TNI di lapangan, akan ditangani oleh institusi yang bersangkutan."
Sinergi antar instansi tersebut, menurut Buwas, juga diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di karenakan saat ini negara dalam keadaan darurat narkoba. "Upaya tersebut Bisa sukses dengan adanya sinergi, sesuai perintah Bapak Presiden. Untuk memerangi narkoba, semuanya wajib terlibat," Perkataan Budi Waseso.
ANGELINA ANJAR SAWITRI
COMMENTS