JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di perdagangan hari ini ditutup semakin tak berdaya, saat mata uang Neger...
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di perdagangan hari ini ditutup semakin tak berdaya, saat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- semakin perkasa terhadap beberapa mata uang utama. Bahkan USD berada di posisi terbaik sejak 1988 silam atau sekitar 30 tahun saat melawan Yen Jepang dalam dua pekan terakhir.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini berada di level Rp13.426/USD atau tak lebih bagus dari penutupan kemarin di level Rp13.330/USD. Rupiah berkurang 96 poin dengan kisaran harian di level Rp13.348-Rp13.428/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di posisi Rp13.428/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.373/USD. Pergerakan rupiah di hari ini berada di kisaran Rp13.385-Rp13.443/USD.
Posisi rupiah menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, berakhir di level Rp13.430/USD. Peringkat ini menyusut dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.405/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.408/USD. Posisi ini merosot cukup dalam dibanding posisi kemarin di level Rp13.385/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016) USD mendapatkan dorongan untuk berada di level tertinggi sejak 2003, terhadap beberapa mata uang utama setelah Donald Trump meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden AS. Situasi tersebut juga membagikan greenback ke posisi terbaik melawan yen hampir selama 30 tahun.
Sentimen positif selanjutnya datang dari pidato Gubernur The Fed Janet Yellen untuk memperkuat Frekuwensi kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate di Desember, mendatang. USD meningkat sebesar 0,8% di perdagangan akhir pekan ini saat melawan yen ke level 110.925.
Selama dua pekan terakhir, USD tercatat mendapatkan tambahan 7,5% untuk jadi yang terkuat sejak Januari 1998 terhadap mata uang Jepang. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada di posisi 101,37 atau yang tertinggi sejak awal April 2003.
(akr)
dibaca 56x
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini berada di level Rp13.426/USD atau tak lebih bagus dari penutupan kemarin di level Rp13.330/USD. Rupiah berkurang 96 poin dengan kisaran harian di level Rp13.348-Rp13.428/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di posisi Rp13.428/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.373/USD. Pergerakan rupiah di hari ini berada di kisaran Rp13.385-Rp13.443/USD.
Posisi rupiah menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, berakhir di level Rp13.430/USD. Peringkat ini menyusut dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.405/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.408/USD. Posisi ini merosot cukup dalam dibanding posisi kemarin di level Rp13.385/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016) USD mendapatkan dorongan untuk berada di level tertinggi sejak 2003, terhadap beberapa mata uang utama setelah Donald Trump meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden AS. Situasi tersebut juga membagikan greenback ke posisi terbaik melawan yen hampir selama 30 tahun.
Sentimen positif selanjutnya datang dari pidato Gubernur The Fed Janet Yellen untuk memperkuat Frekuwensi kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate di Desember, mendatang. USD meningkat sebesar 0,8% di perdagangan akhir pekan ini saat melawan yen ke level 110.925.
Selama dua pekan terakhir, USD tercatat mendapatkan tambahan 7,5% untuk jadi yang terkuat sejak Januari 1998 terhadap mata uang Jepang. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada di posisi 101,37 atau yang tertinggi sejak awal April 2003.
(akr)
dibaca 56x
COMMENTS